5/14/2017

Terpilihnya Macron sebagai Presiden Prancis



Apakah terpilihnya Macron sebagai Presiden Prancis akan berpengaruh pada budaya politik diPrancis?

Budaya politik Perancis sendiri dekat dengan prinsip sekularisme  dan nasionalisme yang berkembang di Perancis, bahwa rakyat Perancis sangat mengagumi sejarah bangsanya di Eropa. Namun, di lain sisi nasionalisme di Perancis tidak ditunjukkan dengan perayaan seperti di Indonesia, hal ini dikarenakan sejarah dan rasa trauma rakyat Eropa akan kemunculan nasionalisme yang seringkali menyebabkan perang di zaman dahulu (Guttinger, 2011).

Dengan terpilihnya Macron sebagai Presiden Prancis sangatlah berpengaruh dalam budaya politik karena prinsip budaya politik Prancis yang lebih kesekularisme dan nasionalisme sedangkan Macron ingin lebih dekat dengan Uni Eropa dan ingin membawa Perancis bekerja sama lebih erat dengan payung negara-negara benua biru itu. 

Iapun mendukung langkah-langkah liberal yang bersahabat dengan pengusaha untuk menggenjot perekonomian.Macron juga menyerukan persatuan bagi Perancis, sementara Le Pen berulang kali dia tuding mengakibatkan perpecahan dengan retorika anti-Islam di negara yang sedang terbelah.

 Macron menilai Perancis bisa lebih kompetitif jika menerima globalisasi dan mengedepankan perdagangan bebas.Sementara sikap Le Pen mencerminkan perubahan radikal dari status quo di Perancis lewat keyakinannya terhadap nasionalisme ekonomi, yang bisa berarti pembatasan perdagangan. Dengan begitu Perancis akan dihadapkan pada gaya pemerintahan baru yang bisa memberikan pengaruh besar bagi Eropa dan dunia.

Bagaimana pengaruh terpilihnya Macron terhadap Uni Eropa?


Prinsip Macron itu sendiri ialah ingin lebih dekat dengan Uni Eropa dan ingin membawa Perancis bekerja sama lebih erat dengan negara-negara yang ada dibenua eropa itu. 

Dengan kemenangan Macron ini dapat menyelamatkan Uni Eropa serta perekonomian didunia, karena jika Marine Le Pen menang, maka ada kemungkinan pasar dunia akan melesu. Pasalnya, Le Pen anti Uni Eropa dan anti-globalisasi. Tak heran hampir seluruh dunia menyambut kemenangan Macron dengan positif lantaran ini menyelamatkan Uni Eropa dari perpecahan. 

 Jika Prancis keluar gara-gara Le Pen menang, maka ini akan menjadi perceraian kedua Uni Eropa dengan negara Eropa. Sebelumnya Inggris memutuskan keluar dari persekutuan tersebut. Jika Prancis keluar dari Uni Eropa akan dipastikan Uni Eropa akan mengalami kehancuran karena Prancis termasuk negara dengan perekonomian tertinggi dan bakal berdampak pada perekonomian eropa serta dunia.

 Bagaimanapun kemenangan Macron merupakan hal yang sangat diharapkan masyarakat internasional. Pasalnya, jika hasilnya lain, maka diperkirakan terjadi bencana politik.
 Dari pilihan yang ada, antara globalis Macron dan antiglobalisasi Le Pen, hanya Macron yang bisa memberikan angin segar untuk Eropa. Rivalnya, Le Pen dinilai hanya akan menciptakan "bencana baru" bagi Eropa dan juga dunia. Sebab sikapnya yang antiimigran dan anti-Uni Eropa.

 
dalam janji kampanye Macron pun, ia ingin Prancis sebagai pendukung Uni Eropa yang artiannya Prancis tidak akan keluar dari Uni Eropa.
Adakah kesamaan Pilkada 2017 diJakarta dengan Pilpres diPrancis?


 Kalau menurut saya dalam Pilkada 2017 dijakarta memiliki kesamaan dengan Pilpres Prancis.

 
Kenapa memiliki kesamaan ? karena saat berlangsungnya pemilihan , ada hubungan dengan status agama islam dalam Pilkada dijakarta maupun Pilpres Prancis. Dimana saat kampanye Pilkada dijakarta salah satu cagub yang diduga menistakan agama islam dan Ulama , yang membuat sebagian masyarakat merasa agamanya terinjak dan resah terutama masyarakat Jakarta itu sendiri. Sedangkan diPilpres Prancis salah satu capres ada yang anti islam, disini membuat penduduk di Prancis yang beragama islam terancam dan resah. Keduanya sama-sama dapat mengancam status masyarakat muslim didaerah/negara tersebut


 Namun dalam Pilkada dijakarta dan Pilpres di Prancis sama-sama memiliki cagub dan capres yang membawa angin segar untuk masyarakat islam, yang kebetulan keduanya pemenang dalam pemilihan tersebut. Karena keduanya yang pro islam dan tidak mengancam keberadaan kaum muslim.

Tugas Sistem politik indonesia

Rayya Adila Sakinah

1610412100






Tidak ada komentar:

Posting Komentar