Apakah terpilihnya Macron sebagai Presiden Prancis akan berpengaruh pada budaya politik diPrancis?
Budaya politik Perancis sendiri dekat dengan prinsip sekularisme dan nasionalisme yang berkembang di Perancis, bahwa rakyat Perancis sangat mengagumi sejarah bangsanya di Eropa. Namun, di lain sisi nasionalisme di Perancis tidak ditunjukkan dengan perayaan seperti di Indonesia, hal ini dikarenakan sejarah dan rasa trauma rakyat Eropa akan kemunculan nasionalisme yang seringkali menyebabkan perang di zaman dahulu (Guttinger, 2011).
Dengan terpilihnya Macron sebagai
Presiden Prancis sangatlah berpengaruh dalam budaya politik karena prinsip
budaya politik Prancis yang lebih kesekularisme dan nasionalisme sedangkan Macron
ingin lebih dekat dengan Uni Eropa dan ingin membawa Perancis bekerja sama
lebih erat dengan payung negara-negara benua biru itu.
Iapun
mendukung langkah-langkah liberal yang bersahabat dengan pengusaha untuk
menggenjot perekonomian.Macron juga menyerukan persatuan bagi Perancis, sementara
Le Pen berulang kali dia tuding mengakibatkan perpecahan dengan retorika
anti-Islam di negara yang sedang terbelah.
Macron
menilai Perancis bisa lebih kompetitif jika menerima globalisasi dan
mengedepankan perdagangan bebas.Sementara sikap Le Pen mencerminkan perubahan
radikal dari status quo di Perancis lewat keyakinannya terhadap nasionalisme
ekonomi, yang bisa berarti pembatasan perdagangan. Dengan begitu Perancis akan
dihadapkan pada gaya pemerintahan baru yang bisa memberikan pengaruh besar bagi
Eropa dan dunia.
Bagaimana pengaruh terpilihnya Macron terhadap Uni Eropa?
Prinsip
Macron itu sendiri ialah ingin lebih dekat dengan Uni Eropa dan ingin
membawa Perancis bekerja sama lebih erat dengan negara-negara yang ada dibenua
eropa itu.
Dengan kemenangan Macron ini dapat menyelamatkan Uni Eropa serta
perekonomian didunia, karena jika
Marine Le Pen menang, maka ada kemungkinan pasar dunia akan melesu. Pasalnya,
Le Pen anti Uni Eropa dan anti-globalisasi. Tak heran hampir seluruh dunia
menyambut kemenangan Macron dengan positif lantaran ini menyelamatkan Uni Eropa
dari perpecahan.
Jika
Prancis keluar gara-gara Le Pen menang, maka ini akan menjadi perceraian kedua
Uni Eropa dengan negara Eropa. Sebelumnya Inggris memutuskan keluar dari
persekutuan tersebut. Jika Prancis keluar dari Uni Eropa akan dipastikan Uni
Eropa akan mengalami kehancuran karena Prancis termasuk negara dengan
perekonomian tertinggi dan bakal berdampak pada perekonomian eropa serta dunia.
Bagaimanapun
kemenangan Macron merupakan hal yang sangat diharapkan masyarakat
internasional. Pasalnya, jika hasilnya lain, maka diperkirakan terjadi bencana
politik.
Dari
pilihan yang ada, antara globalis Macron dan antiglobalisasi Le Pen, hanya
Macron yang bisa memberikan angin segar untuk Eropa. Rivalnya, Le Pen dinilai
hanya akan menciptakan "bencana baru" bagi Eropa dan juga dunia.
Sebab sikapnya yang antiimigran dan anti-Uni Eropa.
Adakah kesamaan Pilkada 2017 diJakarta dengan Pilpres diPrancis?dalam janji kampanye Macron pun, ia ingin Prancis sebagai pendukung Uni Eropa yang artiannya Prancis tidak akan keluar dari Uni Eropa.
Kalau menurut saya dalam Pilkada 2017 dijakarta memiliki kesamaan dengan Pilpres Prancis.
Kenapa memiliki kesamaan ? karena saat
berlangsungnya pemilihan , ada hubungan dengan status agama islam dalam Pilkada
dijakarta maupun Pilpres Prancis. Dimana saat kampanye Pilkada dijakarta salah
satu cagub yang diduga menistakan agama islam dan Ulama , yang membuat sebagian
masyarakat merasa agamanya terinjak dan resah terutama masyarakat Jakarta itu
sendiri. Sedangkan
diPilpres Prancis salah satu capres ada yang anti islam, disini membuat
penduduk di Prancis yang beragama islam terancam dan resah. Keduanya sama-sama dapat mengancam status masyarakat muslim didaerah/negara tersebut
Namun dalam Pilkada dijakarta dan Pilpres di
Prancis sama-sama memiliki cagub dan capres yang membawa angin segar untuk
masyarakat islam, yang kebetulan keduanya pemenang dalam pemilihan tersebut.
Karena keduanya yang pro islam dan tidak mengancam keberadaan kaum muslim.
Tugas Sistem politik indonesia
Rayya Adila Sakinah
1610412100

Tidak ada komentar:
Posting Komentar