3/05/2017

Pengaruh lingkungan terhadap politik

Lingkungan mempunyai peranan penting berupa input, baik tuntutan ataupun dukungan. Kemampuan anggota sistem politik dalam mengelola dan menanggapi desakan ataupun pengaruh lingkungan bergantung pada pengenalannya pada lingkungan itu sendiri. 


David Easton berpendapat bahwa secara garis besar, lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan dalam (intra societal) dan lingkungan luar (extra societal).



Lingkungan intrasocietal merupakan bagian dari lingkungan fisik serta sosial yang terletak “di luar” batasan sistem politik tetapi masih di dalam masyarakat yang sama. 

” Lingkungan intrasocietal tidak harus bersifat politik “murni” akan tetapi memiliki pengaruh sedemikian rupa sehingga memaksa sistem politik untuk menyesuaikan dirinya.
David Easton menyebutkan ada sejumlah lingkungan intrasocietal yaitu : Sistem ekologi, sistem biologi, sistem psikologi, dan sistem sosial.

Lingkungan extrasocietal diyakini memiliki dampak yang juga signifikan bagi keberlangsungan suatu sistem politik. Dampak ini jadi semakin mengemuka diera globalisasi.

Lingkungan extrasocietal adalah bagian dari lingkungan fisik serta sosial yang terletak di luar batasan sistem politik dan masyarakat tempat sistem politik berada. Lingkungan extrasocietal terdiri atas sistem politik internasional, sistem ekologi internasional, dan sistem sosial internasional.

Sistem politik internasional adalah kondisi terbaginya pusat-pusat kekuasaan politik dunia. Contohnya adalah PBB, NATO, ASEAN,Europa Union, kelompok negara-negara Asia Afrika, blok-blok perdaganan dan poros-poros politik khas dan menjadi fenomena di aneka belahan dunia.

Sistem ekologi internasional adalah kondisi geografis persebaran negara yang menciptakan suatu isu. Contohnya adalah keterpisahan negara berdasar benua (amerika, eropa, asia, australia, afrika), berdasar lautan (asia pasifik, atlantik), isu lingkungan seperti global warming dan berkurangnya hutan atau paru-paru dunia. Sistem sosial internasional adalah kondisi struktur sosial di tingkat internasional yang berakibat pada terpengaruhnya kinerja sistem politik suatu negara. Contohnya adalah kondisi pergaulan masyarakat dunia, sistem ekonomi dunia, gerakan feminisme, gerakan revivalisme Islam, dan sejenisnya.

Lalu bagaimana dengan pengaruh lingkungan terhadap politik diIndonesia?

Di indonesia lingkungan menjadi faktor utama dalam sistem politik.
Dimana, faktor input (lingkungan) yang sangat mendominasi dalam sistem politik yang nantinya akan menghasil output walaupun gak semua input bakal menghasilkan output. Namun jika tidak adanya input maka output-pun tidak dapat dihasilkan.

Faktor input itu ada tuntutan dan dukungan, nah kalo diindonesia secara dukungan contohnya pilkada. Sedangkan untuk tuntutan diindonesia itu gak semuanya lolos ke output, seperti halnya tuntutan masyarakat agar ahok dipenjarakan namun karena mungkin ada oknum-oknum yang menghambat proses jadinya sampai sekarang input yang berupa tuntutan belum dapat menghasilkan sebuah ouput yang berupa keputusan yang nantinya jadi tindakan.

Kalo berdasarkan sistem biologi diindonesia sangat berpengaruh karena terkait dengan ras dan keturunan, contohnya dalam pemilu ,kebanyakan masyarakat akan memilih pemimpin yang memiliki kesaamaan suku. 

Kalo berdasarkan sistem psikologi diindonesia yang paling berpangaruh karena berdasarkan kepercayaan, emosi, pengetahuan dan sejenisnya.Sistem psikologi yang berpengaruh dalam input. contohnya masyarakat lebih percaya terhadap media massa karena dinilai lebih effisien dan kebenarannya

Sedangkan berdasarkan sistem sosial diindonesia, ada budaya, struktur sosial, ekonomi, dan demografis. contohnya yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi maka mendapat suara yang besar dalam menyampaikan aspirasinya untuk didengar oleh pemerintah

Selanjutnya Sistem ekologi adalah sistem yang bersifat fisik dan nonmanusia, yang mempengaruhi alur kerja sistem politik. Misal dari sistem ekologis adalah kondisi geografis, sebaran wilayah daerah, dan iklim. Contohnya penanganan tuntutan dari masyarakat jakarta lebih cepat diproses sedangkan penanganan tuntutan dari papua lebih lama diproses karena terkendala oleh kondisi geografis yang jauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar