12/16/2016

Review film The New Rulers Of The World

The New Rulers Of The World merupakan film dokumenter yang menceritakan bagaimana globalisasi berdampak terhadap situasi ekonomi, sosial, budaya dan politik di Indonesia. Film yang di tulis oleh John Pilger ini membuka realitas terhadap invasi globalisasi yang melanda Indonesia pasca krisis tahun 1998 dimana negara-negara dunia pertama beramai-ramai menginvestasikan modalnya di Indonesia yang bagi banyak orang diyakini akan mengurangi kemiskinan dan pengangguran.Tetapi realita yang ada di masyarakat sebaliknya, kemiskinan yang kian meningkat, kesejahteraan yang tidak merata dan pengangguran yang terus naik.

Film ini menceritakan bagaimana kondisi buruh diindonesia karena perusahaan dari luar negeri yang membuka pabriknya di Indonesia. Dengan upah kerja yang rendah, jam kerja yang tidak teratur dimana setiap orang dipaksa bekerja selama 24-36 jam, dan kondisi ruangan kerja yang tidak memenuhi standar kesehatan, mereka di paksa untuk memenuhi batas minimal produksi yang harus dicapai oleh masing-masing individu. Memakai tenaga kerja murah untuk mencapai keuntungan setinggi-tingginya adalah slogan dari para pemilik modal ini. Hal ini tentu membuat kita bertanya-tanya, apakah ini yang menjadi tujuan globalisasi?

John Pilger meliput film ini dengan cara membawa kamera tersembunyi dan berpura-pura menjadi konsumen untuk dapat menyusup ke dalam pabrik dimana dia mendapati realita yang sangat miris. Terdapat kurang lebih seribu orang dalam satu ruangan tanpa pendingin ruangan atau tanpa sirkulasi udara memadai yang tampak penuh sesak dan situasi yang tidak kondusif.

Dalam wawancaranya, Pilger mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan dihapuskannya hutang yang sangat diharapkan oleh jutaan orang Indonesia dan diperkirakan dapat mengurangi kemiskinan. Sekali lagi, terungkap bahwa melalui rezim yang berkuasa, globalisasi yang didukung oleh lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia banyak menciptakan pelanggaran seperti diskriminasi terhadap hak asasi manusia dan pencabutan subsidi tarif dasar listrik dan bahan bakar minyak yang akan semakin mempercepat proses pemiskinan.

Globalisasi tidak selalu akan berdampak positif, akan tetapi banyak juga dampak-dampak negatif yang timbul akibat arus kuat globalisasi dan disisi lain yang tidak di imbangi oleh kesiapan dari sumber-sumber daya manusianya secara kualitas yang menyebabkan tidak tercapainya tujuan dari globalisasi yakni penurunan kemiskinan, pengangguran yang berkurang dan kesejahteraan meningkat. Rendahnya lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia tentu menjadi salah satu faktor penyebab masalah ini.

Hasilnya banyak dari penduduk rela bekerja apa saja hanya untuk mendapatkan uang agar bisa mencukupi kehidupannya sehari-hari. Hal ini pun dimanfaatkan oleh negara-negara kapitalis untuk membuka pabrik-pabrik besar. Negara kapitalis tersebut mendapatkan keuntungan karena mereka mendapatkan tenaga kerja dengan jumlah besar tanpa harus mengeluarkan uang banyak untuk mengurusi kesejahteraan mereka. Dimana kesenjangan yang terbentuk di masyarakat akan menjadi seorang yang kaya akan kaya sedangkan yang miskin akan tetap miskin. Hal seperti jurang perbedaan yang sangat mencolok akhirnya dapat menghambat terjadinya integrasi sosial yang di sebabkan karena adanya perbedaan si kaya dan si miskin.

Pada zaman Rezim Soeharto juga disebut-sebut sebagai masa jaya perekonomian Indonesia oleh media massa barat. Padahal pada nyatanya semua itu tidak benar. Malah Indonesia sedang dalam masa-masa krisis ekonomi. Dan memang benar bahwa Amerika dan Inggris menjadi dalang dibalik sistem perekonomian pada saat itu. Negara-negara Barat banyak mendapatkan keuntungan dalam hal ini tanpa harus mengeluarkan uang demi kesejahteraan perekonomian negara mereka.


Dari film ini kita dapat mengetahui bahwa dampak dari globalisasi tidaklah selalu positif tapi pasti ada juga yang berdampak negatif, menurut saya setiap individu pasti akan mendapat dampak yang berbeda-beda dari globalisasi itu sendiri. Selain itu pihak yang paling diuntungkan dengan adanya globalisasi adalah kaum kapitalis sedangkan kaum minoritas belum tentu diuntungkan malahan dirugikan. Bahkan hak asasi manusiapun tidak dipedulikan demi sebuah keuntungan yang berlimpah.

Jangan lupa nonton filmnya yak!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar